Sabtu, 28 November 2015,
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Diponegoro (KMNU UNDIP) mengadakan
Seminar Nasional yang bertempat di Hall Gedung C lantai 4 Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UNDIP, dengan tema “Meneladani Keulamaan Pangeran Diponegoro untuk
Menjadi Insan Cerdas dan Berkarakter” dalam rangka memperingati Harlah KMNU
UNDIP yang pertama. Seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro,
yaitu Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, K.H Abu Hafsin (ketua PWNU Jawa
Tengah), Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si.,Ph.D. (ketua banser Jawa Tengah), dan
juga para pembicara yang luar biasa,
yaitu Ki Roni Sodewo (Keturunan Generasi ke-7 Pangeran Diponegoro) , Prof. Dr.
Wasino, M. Hum (Guru Besar Sejarah UNNES), dan K.H M. Sam’ani Khoiruddin S.Ag.
(Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu). Selain itu, juga dihadiri oleh
teman-teman dari KMNU lain, yaitu KMNU UIN Sunan Kalijaga, KMNU UGM, KMNU UII, dan
KMNU UNY, serta para tamu undangan lainnya.
Seminar ini diawali dengan
penampilan Rebana Diponegoro University (Ready). Pukul 08.00, seminar dibuka oleh MC (Bagas Ardiyanto dan Fakhrun Nisa), dilanjutkan dengan pembacaan
Ayat-ayat Suci Al-Quran oleh Armila Ernisa Zulfa, menyanyikan lagu Indonesia
Raya yang dipimpin ole Naila , dan
sambutan-sambutan oleh ketua KMNU UNDIP (Muhammad Syaifudien Bahry), ketua PWNU
Jawa Tengah (K.H. Abu Hafsin), serta rektor Universitas Diponegoro (Prof. Dr.
Yos Johan Utama, S.H., M.Hum)
Pukul 09.00, Seminar Nasional degan
tema “Meneladani Keulamaan Pangeran Diponegoro untuk Menjadi Insan Cerdas dan
Berkarakter” dimulai. Dipimpin oleh dua moderator yang luar biasa yaitu Heri
Afiq Maulana dan Mega Ariyanti. Pembicara pertama yaitu Ki Roni Sodewo yang
merupakan keturunan generasi ke-7 Pangeran Diponegoro . Beliau memaparkan
tentang perjalanan kehidupan Pangeran Diponegoro mulai dari keluarga sampai
perjuangan beliau mempertahankan tanah air. Pangeran Diponegoro mempunyai 8
istri dan 22 putra/putri. Sampai akhirnya Pangeran Diponegoro ditawan dan
dibuang ke pengasingan tercatat masih memiliki empat isteri yaitu RA.
Retnadewati, R.A Ratnaningsih, R.A Retnokumolo dan R.A Retnaningrum. Hanya R.A
Ratnaningsih yang akhirnya mengikuti Pangeran Diponegoro dalam pembuangan. Yang
dapat menjadi panutan adalah Pangeran
Diponegoro adalah sosok yang sangat memberi inspirasi dan meninggalkan warisan
idiologi yang layak untuk di sebarkan sebagai virus kebaikan, serta beliau adalah
sosok yang Jujur, Tegas, Berani dan Bijaksana.
Pembicara yang kedua adalah Prof.
Dr. Wasino, M. Hum. Beliau memaparkan tentang sisi sejarah keislaman Pangeran
Diponegoro. Dimana perang hanyalah sebuah sarana untuk melakukan perubahan
menegakkan tatanan sosial yang berlandaskan ajaran agama islam. Oleh karena
itu, nilai-nilai keislaman menjadi dasar dalam perlawanannya. Selain itu,
Pangeran Diponegoro merupakan tokoh inspiratif dalam sejarah bangsa Indonesia.
Pembicara yang ketiga adalah K.H
M. Sam’ani Khoiruddin S.Ag. Beliau menjelaskan tentang cara meneladani sisi
keulamaan Pangeran Diponegoro untuk kebangsaan. Pangeran Diponegoro merupakan
sosok yang sangat pantas untuk diteladani. “Salah satu contoh nyatanya adalah
santri/santriwati Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, siangnya mereka kan menjadi santrinya
Pangeran Diponegoro sedangkan malamnya menjadi santrinya mbah Galang Sewu”, tutur K.H M. Sam’ani
Khoiruddin S.Ag. Jadi, tidak hanya urusan dunia saja yang dikejar, urusan
akhirat juga tak kalah penting.
Pukul 11.45, acara diteruskan dengan
tanya jawab. Para peserta sangat antusias sekali dengan seminar nasional ini. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan hiburan oleh Rebana Diponegoro
University (Ready). Acara ditutup dengan
do’a dan foto bersama.
sertifikatnya gmn cara downlodnya
ReplyDeletemaaf baru membalas, diikuti petunjuknya aja
Deletedownload sertifikatnya di mana ya kak?
ReplyDelete