NU-santara (
NahdlatulUlama: Science and Cultural Art
Olympiad ) 2015 yang diselenggarakan oleh KMNU Nasional pada tanggal 16 –
18 Oktober 2015 di Institut Pertanian Bogor, dihadiri oleh 12 KMNU PT
se-Indonesia dan 1 KMNU PT dari Malaysia. Tak terkecuali KMNU UNDIP tercinta dengan
lima orang delegasinya, yaitu Siti Khasanah, Rita Sugiarto, Bagus Gemilang, Ela
Safitri dan Maftukhatun Nikmah. NU-santara sendiri terdiri atas berbagai even,
diantaranya adalah perlombaan, pelatihan dan seminar nasional.
Kelima orang
delegasi yang diberangkatkan kemudian berkesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan
yang diadakan oleh panitia NU-santara, yaitu pelatihan kajian dan dakwah, Administrasi
dan Keuangan, Jurnalistik dan IT , NU Training, serta ke-NU-an dan ke-KMNU-an. Lima
pelatihan ini dilaksanakan untuk mencetak kader-kader NU yang memiliki intelektual
yang berkualitas.
Pada pelatihan
kajian dan dakwah, para kader NU diberi materi dan diskusi bersama Buya Yahya dan
KH Misbahul Munir. Buya Yahya banyak mengangkat permasalahan terkait Aswaja.
Sedangkan KH
Misbahul Munir sendiri membahas tentang NU dan Aswaja. Kita menganut pada 4
sumber ajaran agama islam, yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’, dan Al-Qiyas.
Jalan pendekatan kita melalui 3 bidang, yaitu :
1. Di bidang Aqidah,
mengikuti ahlu sunnah wal jama’ah yang dipelopori oleh Imam Abul Hasan
Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al Maturidi
2. Di bidang Fiqih,
harus mengikuti salah satu madzhab dari yang 4, yaitu : Abu Hanifah An-Nu’man,
Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’I, dan Imam Ahmad bin
Hanbal
3. Di bidang Tasawwuf,
mengikuti Imam Al-Junaidi Al-Baghdad dan Imam Al Ghazali
Pada pelatihan
NU-Training para kader NU dilatih untuk bisa menjadi trainer NU yang handal.
Dengan pemateri yang tak kalah hebat, yaitu Mtvi. Azman Ridha Zain, Mukhanf
Yasin, S.S , dan Ikrom Mustofa mampu membuat para kader sangat antusias
mengikuti pelatihan. Pada pelatihan Jurnalistik dan IT yang dilatih oleh M
Sunyoto, para kader NU dilatih agar bisa memanfaatkan teknologi yang ada dengan
sebaik-baiknya sebagai salah satu media dakwah Keluarga Mahassiswa Nahdlatul Ulama.
Pelatihan Administrasi
dan Keuangan bertujuan untuk melatih para kader muda NU khususnya Pengurus KMNU
di masing-masing Perguruan Tinggi agar ada keseragaman dalam pengelolaan administrasi
dan keuangan dan dapat membawa kemandirian bagi KMNU PT masing-masing.
Sayangnya,
dalam pelatihan ke-NU-an dan ke-KMNU-an dengan pemantik M. Zimamul Adli selaku
Presidium Nasional (Presnas) 1 dan Ahmad Nur Shobah selaku Majelis Pertimbangan
Organisasi (MPO) KMNU Nasional. KMNU Undip belum mampu mewakilkan delegasinya untuk
mengikuti pelatihan tersebut.
Sedangkan puncak
dari serangkaian kegiatan NU-santara 2015 ini adalah“Seminar Kebangsaan dan Kontemplasi
Budaya” yang bertempat di Auditorium Toyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian IPB. Seminar
ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu : sesi pertama adalah Seminar Kewirausahaan dan
Kepemudaan, dan sesi kedua adalah Kontemplasi Budaya. Dalam seminar ini dihadiri
oleh Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MSc. (wakil rektor IPB), Bapak Toto M.
Ulum (asisten Katbangkestra), dan Dr. Ir. Burhanuddin,MM (pembina KMNU). Dalam
ceramah kebangsaan, KH Abdul Manan Ghani (perwakilan dari PBNU), 70 % masjid
dibangun oleh warga NU, namun mereka hanya gemar membangun masjid tetapi kurang
gemar memakmurkannya. Oleh karena itu, peran KMNU sangatlah penting dalam hal ini.
Dalam sesi
yang pertama yaitu Seminar Kewirausahaan dan Kepemudaan, dimoderatori oleh Bapak
Burhanuddin dengan pematerinya yaitu Bapak Zainul Munasichin, MA ( staff
khususMenpora RI), Dr. Ir. H. IfanHaryanto, MSc. , dan Dr. Jaenal Effendi, PhD.
Intinya yaitu kita harus jadi pengusaha sukses. “Jadilah guru, dosen,
tapimiliki pula usahasampingan, yaituwirausaha”, tutur Dr. Jaenal Effendi, PhD.
Dalam rangka menciptakan wirausaha muda, Menteri Pendidikan dan Olahraga mencanangkan
sebuah program yaitu “Lembaga Pemodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP)”.
Sedangkan pada sesi yang kedua yaitu
Kontemplasi Budaya, pembicaranya adalah Dr. NgatawiAl Zastrow dan KH.Zawawi Imron.
KH. Zawawi Imron, penulis yang terkenal dengan julukan “Sang Celurit Emas”,
menutup acara dengan pembacaan penggalan puisi berjudul Resolusi Jihad. Puisi
yang rencananya akan dibacakan di Kirab Hari Santri 22 Oktober di Tugu Pahlawan,
Surabaya, tersebut membangkitkan semangat para kader muda NU yang hadir di dalam
seminar ini. Nasihat yang luar biasa dari KH Zawawi Imron, yaitu“ Berpikirlah pada
hati yang jernih, suci, maka kebaikan akan menyelimuti”.
0 comments:
Post a Comment