

Bapak Dr. H. Mohammad Arja, M.Ag menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang sudah dilestarikan oleh para kiyai dan para pendahulu, meskipun sebagian orang mengatakan peringatan Maulid Nabi adalah bid’ah. Mereka yang menilai bid’ah beralasan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak pernah diajarkan baik oleh Rasulullah ataupun para sahabat. Padahal, kata beliau, Rasulullah sendiri juga memperingati hari lahirnya. Beliau menyampaikan bahwa dalam hadits soheh bukhori dikatakan bahwa Rasulullah berpuasa senin kamis karena pada hari Senin adalah Hari kelahiran Rasulullah, pada hari itu juga Rasulullah pertama kali menerima wahyu dan diangkat menjadi Rasul. Sehingga kalau ada yang mengatakan bahwa peringatan maulid tidak ada dalilnya itu kurang tepat.
Selain itu beliau juga menyampaikan betapa pentingnya peringatan Maulid nabi ini, diantaranya adalah sebagai sarana meningkatkan kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Rasa cinta itu penting, kata beliau, karena seseorang cenderung mau melakukan nasihat dan perintah apabila yang menyampaikan adalah orang yang ia cintai. Selain itu peringatan maulid ini penting karena pada peringatan maulid ini kita memperbanyak membaca sholawat. Beliau menyampaikan bahwa membaca sholawat merupakan ibadah khusus yang pasti diterima oleh Allah karena diterangkan dalam Al Quran bahwa Allah dan Malaikat juga senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan Allah juga memerintahkan orang – orang yang beriman untuk senantiasa bersholawat dan menyampaikan salam terbaik kepada Nabi Muhammad SAW.
Beliau juga menyampaikan bahwa dengan kita mencintai Rasulullah kita juga akan cinta kepada tanah air kita, karena Rasulullah sebagai orang arab juga mencintai tanah air dan bahasa arab. Beliau menyinggung belakangan ini banyak muncul kelompok – kelompok yang mengatasnamakan pembela Islam tetapi malah menampilkan bentuk Islam yang keras bukan Islam yang rahmatallil alamin. Kemudian yang terakhir beliau menutup mauidhoh hasanah dengan doa penutup yang diamini oleh semua jamaah yang hadir.
Acara kemudian ditutup oleh pembawa acara dan kemudian diisi dengan beberapa sholawat yang dilantunkan bersama oleh kelompok rebana dan para jamaah.
0 comments:
Post a Comment