Sudah satu bulan
perkuliahan semester ganjil 2016 dimulai di Universitas Diponegoro (Undip),
Semarang. Setelah melewati masa pengenalan kampus, mahasiswa kembali berkutat
pada mata kuliah, tugas dan kegiatan ekstra lainnya. Momen inilah yang
dimanfaatkan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Undip untuk
merekrut anggota baru. Bertempat di Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang,
KMNU Undip mengawali serangkaian open recruitment dengan menggelar Ngaji
Kilat dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta yang hadir
merupakan calon anggota yang telah mendaftar dengan mengisi formulir secara online.


Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni 17 – 18 September 2016. Hari
pertama diisi dengan Ngaji Kilat dan hari kedua diisi dengan FGD. Ngaji
Kilat bertujuan untuk membekali calon anggota KMNU Undip dengan materi Ideologi
Keaswajaan dan Sejarah NU. Acara dimulai pada pukul 08.45 WIB oleh Lailatuz
Zulia sebagai Master of Ceremony. Dalam sambutan pertama, Amjad
Muhammad, selaku ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai
pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. Sambutan kedua disampaikan oleh Bagas
Ardiyanto selaku Ketua KMNU Undip yang memberikan sedikit gambaran tentang KMNU
di Undip dan dalam kancah nasional.
Sebelum materi pertama dimulai, terlebih dahulu peserta dihadapkan dengan pre-test
yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang NU,
KMNU serta kesungguhannya dalam bergabung dan berorganisasi. Setelah 10 menit
berlalu, kertas hasil pre-test dikumpulkan dan dilanjutkan dengan materi
pertama. Bapak Zuhdi Setiawan, dosen Universitas Wahid Hasyim, Semarang,
menyampaikan materi tentang Sejarah NU. Beliau membuka materi dengan mantap dan
menyampaikannya dengan semangat. Di antara materi yang beliau sampaikan adalah
perihal sejarah berdirinya NU yang dikaitkan dengan sejarah Indonesia
serta lambang NU beserta maknanya.
Materi pertama diakhiri dengan sesi tanya jawab.


Materi kedua diisi oleh Bapak Muhammad Adnan, dosen Fakultas Ilmu Sosial
dan Politik Undip, Semarang. Beliau menyampaikan materi Ideologi Keaswajaan
meliputi aliran Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) beserta amalan-amalan
yang biasa dilakukan. Beliau menuturkan bahwa pada zaman seakrang banyak aliran
baru yang tidak sejalan dengan Aswaja. Sebagai umat Islam, hendaknya kita
senantiasa berpegang teguh pada ajaran Rasulullah, para Sahabat, Tabi’in, serta
para ulama. Toleransi dalam keyakinan merupakan hal penting karena Islam adalah
agama yang mencintai kedamaian dan perbedaan adalah rahmat. Materi yang
disampaikan oleh Bapak Adnan dikemas secara menarik dan disertai contoh-contoh
dan keterkaitannya dengan keadaan zaman ini. Kegiatan Ngaji Kilat selesai pada
pukul 12.30 WIB.
Hari berikutnya, 18 September 2016, rangkaian kegiatan open recruitment
dilanjutkan dengan acara FGD. Kegiatan ini dipandu oleh Dhorifah selaku
moderator. Diskusi kali ini mengangkat tema Kualitas dan Kuantitas Nahdlatul
Ulama, manakah yang penting dan yang harus didahulukan. Peserta dibagi menjadi
empat kelompok yang masing-masing telah mempunyai bagian pembahasan. Setelah
diberikan gambaran perihal tema diskusi, keempat kelompok dipersilakan untuk
melakukan pembahasan dan penkajian terhadap tema tersebut. Penyampaian argumen
dan sanggahan dibagi menjadi dua sesi, yakni kelompok 1 – 2 dan kelompok 3 – 4.
Dalam FGD ini peserta terlihat antusias sehingga kegiatan berjalan
dengan lancar. Masing-masing kelompok menyampaikan argumen dan dasarnya dari
sisi yang berbeda. Tak jarang tepuk tangan dan tawa menyelingi setiap argumen
dan sanggahan. Terlebih ketika para peserta menguatkan pendapat dengan
menyertakan contoh yang memancing gelak tawa. Dengan adanya kegiatan ini
diharapkan para peserta dapat membuka pemahaman dan pandangannya terhadap permasalahan
yang dihadapi oleh NU saat ini. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk
merekatkan dan mendekatkan setiap calon anggota KMNU dengan diskusi kelompok.
Kegiatan diakhiri dengan post-test selama 15 menit. Baik pre-
maupun post-test merupakan inovasi yang dilakukan oleh panitia dalam open
recruitment kali ini. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada tes tertulis
yang dilaksanakan dalam perekrutan calon anggota baru. Dengan adanya inovasi
positif ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk merekrut calon
anggota yang berkomitmen dan loyal terhadap KMNU Undip. Rangkaian perekrutan
anggota baru ini akan dilanjutkan dengan kegiatan Tadabbur Alam pada 24 -25
September 2016. *** (lfm, naf, fak)
0 comments:
Post a Comment